Logo
images

Kota Blitar Layak menjadi Percontohan Program Adaptasi Perubahan Iklim

Dampak perubahan iklim sudah dirasakan oleh seluruh umat manusia, sehingga saat ini yang dianggap paling penting bukan untuk membahas lagi tentang dampak perubahan iklim atau cuaca, namun lebih pada aksi nyata menentukan langkah atau strategi guna mengatasi dampak perubahan itu atau diistilahkan dengan adaptasi perubahan iklim. Demikian diterangkan Arif Wibowo, Kepala Bidang Kerentanan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Saat dikonfirmasi pasca melakukan kunjungan ke Agrowisata Belimbing Karangsari, Rabu (24/9), pihaknya mengganggap Kota Blitar layak menjadi percontohan bagi daerah lain. Hal ini karena telah memiliki wujud nyata dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Salah satunya pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai peresap air di Agrowisata Belimbing Karangsari. Selain itu membudidayakan tanaman hidroponik yakni tumbuhan hidup dengan memanfaatkan media air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Disisi lain, Arif menilai kebijakan terkait adaptasi perubahan iklim di Kota Blitar dianggap sudah jelas, pelibatan masyarakat sudah dilakukan, maupun lainnya.

Namun demikian, Arif meminta pihak terkait meningkatkan sosialisasi adaptasi lingkungan kepada masyarakat agar turut beraksi nyata secara individu. Sementara bagi pemerintah daerah juga bersinergi dengan daerah sekitar, misalnya terkait dengan konservasi air. (ram)


TAG Iklim

Tinggalkan Komentar