Logo
images

Kelola Limbah Berbahaya dan Beracuk dengan Bijak

Masalah limbah di Jawa Timur merupakan fokus kita bersama dalam pengelolaannya mulai dari limbah domestik RT, kend. bermotor, laboratorium, Rumah Sakit, hingga industri kecil - besar yang notabene penghasil limbah kategori berbahaya dan beracun (B3). Dari 813.140 unit usaha/industri di Jawa Timur ada 218 industri yang memberikan manifest sebagai industri penghasil limbah B3 dengan potensi limbah sebesar 49 jt ton/tahun ditambah Limbah B3 dari 215 rumah sakit (limbah medis) yang terus meningkat sebesar + 1.9 Jt ton/tahun. Potensi limbah B3 di Jawa Timur secara keseluruhan adalah sekitar 170 jt ton/tahun, sedang sisanya juga berpotensi besar telah menimbulkan lahan terkontaminasi oleh limbah B3 nya. Sehingga mau dibawa kemana limbah berbahaya tersebut kalo tidak tertangani dengan baik maka Jawa Timur benar-benar menjadi darurat limbah B3. Banyak industri yang tidak menyadari, bahwa limbah yang dihasilkan termasuk dalam kategori limbah B3, sehingga dengan mudah limbah dibuang ke sistem perairan tanpa adanya pengolahan. Walaupun volumenya kecil, konsentrasi zat pencemar yang telah dipisahkan itu sangat tinggi. Selama ini, zat pencemar yang sudah dipisahkan (konsentrat) belum tertangani dengan baik, sehingga terjadi akumulasi bahaya yang setiap saat mengancam kesehatan dan keselamatan lingkungan hidup. Untuk itu  limbah B3 apapun bentuknya perlu dikelola dan diawasi secara serius dan berkelanjutan. Mengacu pada Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan adanya Peraturan Pemerintah No. 101. Tahun 2014 tentang pengelolaan B3 maka seyogyanya butuh komitmen bersama seluruh pihak terkait antara pemerintah sebagai pihak pengawas dan pemberi regulator dengan pihak industri sebagai penghasil limbah. Beban biaya yang tinggi untuk mengolah limbah B3 tidak bisa menjadi alasan untuk  membuang limbah B3 ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu.Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas daerah dari momok limbah B3 dengan membangun kawasan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di desa Cendoro – Kec. Dawar Blandong Kab. Mojokerto seluas ± 50 Ha. Dengan pemilihan lokasi yang telah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan, jauh dari pemukiman penduduk dan bebas banjir karena curah hujan kecil. Diharapkan selain akan menjadi tempat pemrosesan akhir sampah/limbah dengan teknologi modern juga akan dibangun sarana industri pengelolaan limbah dan fasilitas perkantoran. Semoga melalui Seminar “PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN” dengan tema “KELOLA LIMBAH B3 DENGAN BIJAK” di Grand Mercure Hotel Surabaya, Rabu, 13 Desember 2017, sesuai arahan Wakil Gubernur Jawa Timur (Gus Ipul) akan menjadi kegiatan sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen  bersama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada masa kini dan ke depan bagi generasi selanjutnya.


TAG

Tinggalkan Komentar